Pages

Pages

Monday, July 11, 2011

Prospective SELF-NAKED **TELANJANGI DIRI

>>Re-posted from Punching facebook... in the face!!

Bermacam gejolak dalam keseharian terungkap bebas di alam maya. Apalagi, sang pemeran utama memasang privasi dalam bentuk *everyone*. Sehingga secara otomatis, seluruh manusia yang hidup dan menggantungkan hidupnya di alam maya, dapat melihat dengan jelas dan vulgar. Macam-macam bentuk ungkapan, mulai dari status bangun tidur, cuci muka, buang hajat, sarapan, mandi, jalanan, kerjaan, makan siang, bobok siang, jalan sore, candle light dinner, nonton, mau bobok, hingga akhirnya bener-bener mata sudah sangat berat, masih saja meng-update status sebelum mengantarnya ke alam mimpi.

Privasi setting dipasang selengkap mungkin, mulai dari data pribadi, nama, alamat, nomor telepun, email, hobi, sekolah, organisasi,, pekerjaan, kuliah, dan lain sebagainya. Itu hanya sekilas satu dari kegiatan sosialnya. Belum lagi bila melihat dari status kepribadian, ada berbagai macam bentuk lagi untuk mengungkapkan bagaimana kepribadiannya sendiri, mulai dari yang bergaya romantis, idealis, stylis, optimis, strukturalis, sampai yang najis bila di baca.

Foto profil sudah menjadi barang keharusan, karena picture lebih gampang untuk dilihat, hmmm... sangat jarang yang menampilkan sosok yang biasa, namanya juga tempat narsis-narsisan, alias mengumbar 'kebobrokan', nyaris tak ada yang tak ganteng, nyaris tak ada yang tak cantik, semuanya pasti menampilkan sisi diri mereka yang paaaaaaaaling buaaaaaagussss!!

Momen-momen penting pun sering di upload bebas, wajar bila media ini menajdi panutan bagi sekelompok orang, atau organisasi untuk mempertontonkan kegiatan mereka. Namun perubahan ada pada suatu hal yang dulu aneh kini menjadi lumrah dan biasa, lihat saja bagaimana sepasang kekasih, atau sepasang suami-istri bebas mengupload foto mesra, yang sifatnya mungkin sangat privasi. Tidak sedikit pemuda-pemudi yang mengumbar nilai privasi-nya, hanya untuk menggaet banyak teman, atau untuk menarik perhatian khalayak. Narsis-narsisan menjadi halalan thayyiban,,,,Hmmmm suatu perubahan sosial yang sangat menjijikkan.


Perubahan struktur sosial ini merambah juga ke ranah religi, sesuatu yang biasanya sangat berbau *ria* (walaupun bukan secara vulgar), kini sudah menjadi biasa. entah apa maksud yang ada dibenak si pemeran utama sehingga sangat sulit melihat apakah si pemeran utama memang benar-benar mengungkapkannya dari segi untuk mendapatkan ridha, ataukah hanya sekedar ungkapan biasa untuk mendapatkan pengakuan, hmmmm hal ini susah untuk ditebak, karena tergantung niat si pemeran utama.

Jaringan pertemanan sosial pun tidak mengenal kasta, mulai dari umur 10 tahunan (mana pula mungkin si Facebook Company tahu usia sebnarnya),, remaja, dewasa, hingga lansia, dapat menjadi pemeran uutama.

Entah mau kemana arah si pemeran utama melangkah, namun yang pasti, perlahan-demi perlahan, sadar atau tidak, kita telah menelanjangi diri sendiri, bebas, tanpa sehelai benangpun, didepan khalayak ramai!!!

well..... GET NAKED!

2 comments:

Muharri Aqly said...
This comment has been removed by the author.
Muharri Aqly said...

Itulah, memanfaatkan jejaring sosial tanpa tau apa yang mereka umbar. Segala sesuatu yang sifatnya privasi dipertontonkan. Terkadang menulis mengenai hal2 yang sifatnya berdampak buruk kepada penilaian orang terhadap pribadi mereka. Sungguh merugikan diri sendiri. Post yang menarik bang! :)