Pages

Pages

Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-jalan. Show all posts

Monday, January 3, 2011

Aceh Singkil >> Hit da Road - 26 December 2010


I want to live my life to the absolute fullest
To open my eyes to be all I can be
To travel roads not taken, to meet faces unknown
To feel the wind, to touch the stars
I promise to discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE
 (from iklan Nutrilon Royal 3)



450 KM!!! Itu angka yang terpampang di sebuah jembatan ketika akan meninggalkan kota Banda Aceh menuju TapakTuan - Aceh Selatan, loh.... masih Aceh selatan , sedangkan tujuan akhir adalah Aceh Singkil, masih menyisakan sekitar 200 KM, Oh my God, berarti jarak tempuh kali ini adalah 650 KM. Thats alrite.... coz i like the way it is :)

Sepanjang jalan jalur Barat via Calang - Meulaboh - Abdya - Tapaktuan, sajian Laut dan juga hijaunya hutan masih terus membayangi aspal hitam. Hmmm... mengingat flashback kembali pada tanggal yang sama enam tahun yang lalu, 26 Desember 2004, Tsunami dan juga Gempa bumi yang maha dahsyat. Serasa Napak tilas kembali, banyak perubahan selama enam tahun ini, jalanan yang sudah sedemikian lebar dan bagus.
 

 Pesisir Pantai Calang

 Si Macan yang setia Menemani Perjalanan - ndak pernah ngulah paling cuma ngambek wkwkwk

Tiger BL 6226 JB di depan Makam Abdurrauf As-Syingkili

 Jermal Ikan Laut di Singkil **Mak nyuss ikannya hummmmfff

Kerang Asli - Kerang Rebusss (Jermal Singkil)
Pesisir Pantai Tapak Tuan

Tuesday, February 3, 2009

Touring Banda - Calang - Meulaboh - Geumpang - SIgli - BNA (25-26 Januari 2009)

Visit My Profile

Touring kali ini niat aslinya untuk silaturrahmi dan takziah (hah???) ke tempat saudara, namun di luar itu semua, bukan niat ku tuk hura-hura, you know what i mean... cuma touring ini hanya sekilas dari kisah lain (banyak udang dibalik batu - heh kejepit kaleeeee).

Saudara-saudara pembaca yang budiman, - keluar jurus ustadz nya -, hidup ini pasti ada akhirnya, semua yang hidup didunia ini tak ada yang abadi (telah beberapa kali kisah duka ini ku lalui - read: Don't ever say 'I'm sorry to hear that' - ku tahu kalian juga pasti dan akan mengalaminya juga , kecuali bila Allah swt memanggil kalian terlebih dahulu,---hiks air mata palsuku lumayan keluar juga).

Kematian adalah sesuatu yang normal (atheis bilang: seleksi alam), perlu kah ditakuti?? (ducchhh kok betul-betul jadi ustadz??? hahahah). Cuma amal dan ibadah yang bisa mengawal kita di alam sana, kecuali bila sudah memiliki keturunan (doa anak shaleh tuk orang tuanya)
atau banyak harta (harta yang dihibahkan untuk agama) dan satu lagi lupa... (kok ustadz bisa lupa heheheheh). Oleh karenanya.. FILOSOFI-KU No.1: banyak-banyaklah beribadah, perbanyak keturunan (lohhhhhhhhhhhhhhhhh) dan perbanyak bersedekah.

Sekali niat tercetus,.. pantang untuk mundur! Dan niat untuk berangkat ke meulaboh pun terlaksana, walau sejenak (5 menit) berpikir..mampukah mbak fero menembus kondisi jalanan via-calang yang lumayan berat (melewati pegunungan leuser, geurutee, jalanan pantai hasil bencana tsunami yang masih berlobang, kerikil padat, pasir pantai, dan tanah yang belum diaspal? Namun ya itu dia... bismillah kepak baju dan perlengkapan mandi, calling 2 orang co-driver, dan perjalanan ini pun dimulai.....

Kali ini adalah perjalanan yang lumayan nekat, dengan kondisi mobil yang tidak terpredikasi, dan juga kondisi keuangan yang sedikit menipis, akhirnya starter mbak fero hidup dengan
sempurna. Berangkat dari Banda Aceh pukul 12.25, persinggahan sementara Ajun, isi bensin
full-tank (abess 175.000), stabilkan kondisi ban - isi angin - cek oli (masih bagus), radiator fit, ban serep okey, dongkrak sip, kunci-kunci lengkap...makan siang, snack ringan penghilang kantuk, and rokok pazzzztinya (hehehe jangan sebutin merek - ) tancap gas!!!!!

Jam 13.45
15 menit keluar dari kota Banda Aceh, dan bibir pantai Lhoknga menyambut dengan indahnya
(panassss) bolehlah menjemur kulit hingga hitam legam. Leupung adalah kampung berikutnya,
jalanan ini masih belum merdeka (hehehhe, dah hamper lima tahun tsunami... gimana nih kerja
BRR dan pemerintah?????), selanjutnya lhoong, kembali juga jalanan masih kurang bersahabat,
kampung-kampung kecil tetep dilalui dengan kondisi jalan yang sama, berlobang, polisi 'gendut' tiduran, kerikil segede gajah (lah kok bisa??), KAlo udah dapet jalan kek gini... nyesel gak pake perr keong or suspensi independent, huhhhhhh terasa gempa bertubi-tubi.

Jalanan masih dalam tahap pelebaran, usaha pemerintah dan BRR serta NGO lainnya mungkin
masih dalam tahap ginian,.. sabar ommmmmmmmmmmmmmmmm!

Bukit Geurutee memaksa tuk singgah, keindahan alam dari atas bukit ini sangat menakjubkan.. Subhanallah! FILOSOFI-KU no.2: Lebih baik mensyukuri nikmat Allah dengan memahami alam yang luas ini lalu bertasbih mengagumi hasil ciptaan-NYA daripada duduk berfoya-foya tanpa tahu apa hikmah dibalik rejeki itu.

Masuk daerah Lamno pukul 16.30, nah loh?? udah udah dua jam perjalanan, masih di daerah ginian. Co-driver udah daritadi nyeletuk, memaki jalanan yang super buruk.. betul2 offroad
(hehehe sebenarnya masih ringan). Upss shalat ashar dulu disini, sekalian melepas lelah dan
cuci muka... hahahahah debu di muka sudah seerti bedak... rambut jegang seperti landak.phuhhhh!

Indahnya Pantai lautan biru sepanjang perjalanan sedikit banyak dapat melepas kepenatan.
Hampir sore... dan pastinya akan ada sun-set di ujung lautan sebelah sana. Untungnya sore
ini sepi......... dan sun-set tepat berada sejengkal dari garis lautan sebelah sana.
Subhanallah.. indah sekali!

Setengah jam berlalu setelah menikmati indahnya sun set, magribh pun tiba.. persinggahan
selanjutnya di Patek, sejenak mengisi bensin --hehehe makan nasi-- shalat maghrib dan Tancap
gas lagii.........! eeeiittsssss orang-orang pada berteriak, aku terkejut. 'Ada apa?'.. lewat sini!! ternyata kita salah jalan, yang ternyata arahnya malah ke bibir pantai... GUBRAK! hehehe mbak fero terpaksa belok arah dan....wawwwwwww naek rakit??? busyet.. zaman sudah merdeka masih naik rakit?

Calang pun datang
Dan jalanan pun buntu,... hah????? FILPSOFI-KU No. 3 Malu bertanya, Muter-muter! Oleh karena itu jangan sungkan bertanya hehehehhe.

Bersambung dech (maklum dah ngantuksss...tidur dulu, besok sambung lagi ceritanya)